Upgrading 2 HIMA IPA UNY 2016

IMG_9014 (2)

Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPA UNY (HIMA IPA UNY) periode kepengurusan 2016 menyelenggarakan kegiatan Upgrading 2 pada tanggal 6-7 Agustus 2016 di kediaman Trian Anugrah yang beralamat Ngruno, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Kegiatan Upgrading 2 bertujuan untuk lebih menguatkan ukhuwah pada sesama pengurus HIMA IPA UNY periode 2016 setelah setengah tahun masa kepengurusan berjalan sekaligus sebagai sarana refreshing pengurus terutama menjelang masuk kuliah semester gasal tahun akademik 2016/2017. Upgrading 2 kali ini bertemakan “Mendekatkan yang Jauh, Merekatkan yang Dekat”.

Para peserta Upgrading 2 berangkat dari kampus FMIPA UNY tepat pukul 8 pagi dan tiba di lokasi pukul 9 pagi. Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras tenaga, para peserta beristirahat sejenak di ruang kamar yang sudah disediakan. Acara dimulai pukul setengah 10 pagi dengan pembukaan, tilawah oleh Supriyanto dari bidang Kesma, sambutan ketua HIMA IPA UNY periode 2016 (Thifli Habibi Nur Salim Nava), dan sambutan dari tuan rumah (Trian Anugrah). Setelah acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan permainan sembari menunggu kedatangan pembicara yaitu Mela Melinda (Wakil Ketua BEM REMA UNY periode 2016). Dalam kegiatan Upgrading 2 ini, Mela Melinda mengisi materi mengenai manajemen diri dan aplikasi public speaking untuk lobbying maba serta serta kehidupan masyarakat yang cukup menarik antusiasme peserta Upgrading. Setelah acara materi, tibalah acara ishoma, para peserta dengan menggunakan sepeda motor bergegas menuju Masjid Al-Ma’ruf yang terletak kurang lebih 700 meter dari lokasi untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur berjamaah. Selama kegiatan Upgrading 2 berlangsung, kegiatan ibadah sholat dilakukan di masjid tersebut. Setelah ibadah sholat dzuhur, peserta dipersilahkan menikmati makan siang yang sudah ditugaskan untuk dibawa.

Setelah kegiatan ishoma, kegiatan Upgrading 2 dilanjutkan dengan pembahasan rekomendasi HIMA IPA dan solusinya, disini para pengurus HIMA IPA membahas mengenai bagaimana cara untuk melaksanakan rekomendasi yang belum terlaksana. Setelah membahas rekomendasi, acara dilanjutkan istirahat dan ibadah sholat asar. Usai ibadah sholat asar, pengurus HIMA IPA bersiap-siap untuk mempertunjukkan pentas seni yang sudah disiapkan dan didesain secara apik oleh masing-masing  kelompok. Kelompok pertama (Andriyanto dkk)mementaskan joget bersama dengan iringan lagu Sayang yang dipopulerkan oleh NDX A.K.A. Kelompok kedua (Supriyanto dkk) mementaskan drama legenda Asal Usul Kawah Sikidang. Kawah Sikidang merupakan sebuah kawah aktif yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng yang sampai saat ini menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia. Legenda ini menceritakan seorang putri  cantik jelita yang hendak dilamar oleh seorang pangeran bertanduk seperti tanduk kidang (kijang). Namun, karena bertanduk kidang itulah sang putrid merasa risih dan dalam hatinya ingin mengusir si pangeran. Si putri punya siasat untuk menyingkirkan si pangeran dengan mengajukan syarat kepada pangeran jika ingin menikahinya yaitu dengan menggalikannya sebuah sumur dan si pangeran menyanggupinya. Ketika menggali sumur tersebut, si putri mengubur pangeran dan pangeran pun merasa geram sehingga sesaat sebelum terkubur si pangeran menyumpahi si putri akan mempunyai keturunan berambut gembel. Sementara sumur tempat pangeran terkubur menjadi sebuah kawah bernama Kawah Sikidang. Sedangkan, kelompok ketiga (Rincan dkk) mementaskan pembacaan puisi yang ditujukan untuk semua pengurus HIMA IPA UNY. Pengurus yang menjadi panitia juga tidak mau kalah, mereka pun menampilkan dance yang diiringi dengan music DJ ayam. Seluruh pementasan memperoleh antusiasme dari seluruh pengurus HIMA IPA UNY.

Menjelang maghrib, para peserta mandi dan bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib berjamaah, tadarus Al-Quran bersama, dan sholat isya berjamaah di masjid yang sama. Setelah itu, para peserta melakukan kegiatan bakar ayam bareng untuk santap malam bersama. Kekeluargaan HIMA IPA UNY begitu terasa ketika santap malam bersama dengan hidangan makanan berupa ayam bakar lengkap dengan nasi dan lalapan beralaskan daun pisang. Usai santap malam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan acara “Aku di Matamu”. Disini para pengurus duduk melingkar sambil menyiapkan botol air mineral ukuran 600 ml yang sudah ditulisi nama masing-masing dan kertas HVS yang dibagi 8 bagian sebanyak 50 lembar kemudian botol digeser dari satu peserta ke peserta di samping kanannya lalu menuliskan sesuatu mengenai  seorang yang namanya ada di botol tersebut pada kertas HVS kemudian HVS dilipat dan dimasukkan ke dalam botol. Botol terus digeser ke samping kanan sesuai komando dari MC hingga botol tersebut tiba pada pemiliknya masing-masing. Setelah itu para peserta tidur malam di kamar masing-masing.

Pukul setengah 3 pagi, para peserta dibangun oleh panitia untuk melakukan renungan malam. Dalam suasana lampu padam, peserta diminta untuk mengingat apa saja yang sudah dilakukan dan dirasakan selama setengah tahun kepengurusan. Lalu MC menunjuk beberapa peserta untuk mengungkapkan apa yang telah dirasakan dan dilakukan selama setengah tahun kepengurusan. Acara renungan ditutup pada saat adzan subuh berkumandang dengan pemberian bunga kertas dari peserta kepada panitia dengan dikomandoi oleh Rincan. Suasana haru bercampur bahagia pun pecah. Setelah itu, para pengurus melakukan ibadah sholat subuh berjamaah di rumah pelaksanaan kegiatan secara bergantian.

Pagi harinya, para pengurus melakukan senam pagi dengan iringan music DJ ayam kemudian melakukan kegiatan outbond dengan mengelilingi area dusun Ngruno dimana trek yang dipilihkan panitia menaik dan menurun. Di jalur outbond disediakan dua buah pos untuk bermain game edukasi. Game di pos pertama yaitu game menggambar, dalam game ini, tiap pengurus dalam kelompok hanya diberi satu kali kesempatan untuk menggoreskan tinta di atas selembar kertas HVS dan diberi waktu 1 detik dan ketika seluruh anggota kelompok sudah menggoreskan tinta, gambar harus sudah terbentuk, sebelum game dimulai anggota kelompok berunding terlebih dahulu untuk menentukan gambar apa yang akan dibuat, setelah itu game dimulai, masing-masing peserta dalam kelompok secara bergantian menggambar garis dalam satu kali goresan dan gambar harus sudah terbentuk. Sedangkan pada pos kedua adalah game komunikata gaya, game edukasi ini anggota kelompok berbaris menghadap ke satu arah dan peserta pertama diberi tiga kata yang harus dipraktekkan dengan gerakan kepada peserta kedua, lalu peserta kedua mempraktekkan semirip mungkin kepada peserta ketiga, dan seterusnya hingga peserta terakhir bertugas menebak kata apa yang dipraktekkan. Setelah outbond, para panitia dan peserta UG 2 santap siang dengan makanan khas Kulon Progo, gebleg beserta tempe besengek dan es buah yang telah disiapkan oleh sie konsumsi.

Bada dzuhur, UG 2 ditutup dengan inagurasi, kado silang, dan sambutan dari tuan rumah. Setelah itu para peserta bergegas menuju objek wisata Waduk Sermo yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi.

 

Print Friendly, PDF & Email